Jumat, 15 Februari 2013

ABDUL RACHMAN ALIAS (Ichiki Tatsuo)


Memperkenalkan: Abdul Rachman, pemuda heroik yang gugur tanggal 9 Januari 1949 di Dampit (Malang), melawan sekutu. Pemuda ini gugur dengan beberapa peluru di keningnya, berusia 42 tahun. Para pejuang yang menjadi saksi mata menceritakan keberanian Abdul Rachman dalam membangkitkan moral teman-temannya menghadapi intensitas tentara Belanda dengan maju menyambut peluru dan membakar keberanian para pemuda pejuang.

Nama Abdul Rachman diberikan H. Agus Salim. Sebagai salah satu dari beberapa orang Jepang yang tercatat mendapat kehormatan dari penduduk asli. Contoh lain adalah Yoshizumi Tomegoro yang memperoleh nama Arif dari Tan Malaka. Nama asli Abdul Rachman adalah Ichiki Tatsuo.

Aktifitas beliau dapat dilihat di buku Soekardi "Sekitar Perdjuangan Sumeru Selatan" (1950). Nama Ichiki Tatsuo juga pernah disinggung dalam karya tulis ilmiah Masuda Ato "Indoneisa Gendaishi" (1971), George S. Kanahele "The Japanese Occupation of Indonesia : Prelude to Independece" (1967) dan Goto Kenichi "Life and Death of Abdul Rachman 1906-1949 : One Aspect of Japanese Indonesian Relationships" (1976).

Benarkah dugaan Pramoedya dalam bukunya "Jalan Raya Pos" tentang bantuan Jepang untuk para pejuang Indonesia lebih besar dari yang selama ini diceritakan? (dalam pidato Bung Tomo kemarin, kita mendengar para pemuda Indonesia merampas persenjataan Jepang). Begitu sedikit yang pernah kita dengar selain Laksamana Maeda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar