Jumat, 05 Agustus 2011

PENGARUH PERANG DUNIA II DAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA 2

Image:romuha.JPG

Dalam sejarah dunia, tercatat dua perang besar yang melibatkan banyak negara di dunia. Kedua perang itu adalah Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Kedua perang tersebut membawa pengaruh besar bagi perkembangan negara-negara di dunia. Perang Dunia I berlangsung pada tahun 1914–1918. Kemudian pada tahun 1939–1945 pecah Perang Dunia II. Pada Sub bab 1.2 ini, kita akan membahas tentang Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Indonesia.

1.2.1 Perang Dunia II

Secara umum, perkembangan Eropa menjelang pecahnya Perang Dunia II ditandai oleh adanya dua bentuk pemerintahan yang saling bertentangan. Kedua bentuk pemerintahan yang saling bertentangan itu adalah pemerintahan demokratis dan pemerintahan otoriter. Bentuk pemerintahan demokratis mendukung kebebasan. Negara-negara yang mendukung bentuk pemerintahan demokratis antara lain Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. Bentuk pemerintahan otoriter (diktator) adalah pemerintahan yang menindas segala bentuk kebebasan. Negara-negara yang mendukung bentuk pemerintahan otoriter ini antara lain Jerman, Italia,

dan Rusia. Jerman pada waktu itu dipimpin Adolf Hitler dengan Nasional-Sosialismenya (NAZI). Italia pada waktu itu dipimpin Benito Mussolini dengan fasismenya. Rusia pada waktu itu dipimpin Stalin dengan paham komunisnya. Ketiga tulang punggung pemerintahan diktator ini secara prinsip memiliki perbedaan. Akan tetapi, secara umum ketiganya memiliki kesamaan, yakni sama-sama menindas dan mengancam negara lain. Pada bagian pertama, kita akan mempelajari faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dunia II. Pada bagian kedua, kita mempelajari jalannya Perang Dunia II. Pada bagian ketiga, kita akan mempelajari beberapa perjanjian yang dibuat antara negara yang bertikai sebagai tanda berakhirnya Perang Dunia II. Pada bagian keempat, kita akan melihat akibat-akibat dari Perang Dunia II.

A. Faktor-faktor penyebab Perang Dunia II

Perang Dunia II berlangsung antara tahun 1939–1945. Perang Dunia II tentu saja tidak muncul be-gitu saja. Ada sebab-sebab umum dan sebabsebab khusus yang mendorong terjadinya Perang Dunia II. Mari kita pelajari faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dunia II satu per satu!

a. Sebab umum Perang Dunia II

Secara umum pecahnya Perang Dunia II disebabkan kegagalan Liga Bangsa-Bangsa, terjadinya perlombaan senjata, terbentuknya kembali aliansi politik yang saling bermusuhan, timbulnya imperialisme baru, munculnya semangat balas dendam, perkembangan paham nasionalisme yang sempit, dan terjadinya penyerbuan-penyerbuan.

1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB)
Liga Bangsa-Bangsa ternyata tidak mampu mencegah pertikaian-pertikaian yang terjadi, khususnya di Eropa. LBB dianggap telah gagal dalam menegakkan tujuannya sebagai organisasi dunia. Oleh karena itu, negara-negara besar maupun kecil tidak lagi menaruh harapan pada organisasi itu. Banyak negara mencari jalan sendiri-sendiri untuk membela diri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika negara-negara kecil lebih suka berlindung pada negara-negara yang lebih besar.

2. Terjadinya perlombaan senjata
Konferensi perlucutan senjata di Genewa dan Washington yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan akibat meningkatnya kekuatan tempur yang tak terkendalikan telah gagal. Hal itu menyebabkan perasaan saling curiga antara negara yang satu dengan negara yang lain kembali berkobar. Oleh karena itu, setiap negara berusaha mempersenjatai dan meningkatkan kemampuan tempur masing-masing, sehingga terjadi perlombaan senjata.

3. Terbentuknya kembali persekutuan-persekutuan politik (aliansi politik)
Karena selalu dihantui perasaan saling curiga, maka setiap negara terus berusaha untuk memperkuat dirinya masing-masing dengan jalan mencari kawan sebanyak mungkin. Keadaan itu mendorong terbentuknya persekutuan-persekutuan (aliansi politik) yang saling bertentangan. Menjelang pecah Perang Dunia II, di Eropa terbentuk kembali dua aliansi yang saling bermusuhan. Kedua aliansi itu adalah Blok Jerman dan Italia dengan paham fasis dan Blok Perancis dan Inggris dengan paham demokrasinya. Selain itu, ada juga Blok Rusia dengan paham komunisnya. Pada tanggal 21 Agustus 1939, Rusia mengadakan pakta nonagresi atau perjanjian untuk tidak saling menyerang dengan Jerman. Oleh karena itu, Sekutu mencurigai Rusia sebagai salah satu negara Sentral.

4. Timbul imperialisme baru (politik ekonomi)
Beberapa negara yang telah berhasil mengatasi krisis politik dan ekonominya dengan sistem ekonomi terpimpin, kemudian tumbuh menjadi negara ultranasional yang menjalankan imperialisme gaya baru. Negara-negara itu antara lain Jepang dengan semboyannya “Hakko Ichi-U”, Jerman dengan semboyannya “Lebensraum”, dan Italia dengan semboyannya “Italia Irredenta”. Negara-negara ini merasa
berhak dan berkewajiban untuk memimpin dan menguasai bangsa lain. Dengan anggapan itulah, mereka melaksanakan imperialisme gaya baru mereka.

5. Munculnya semangat balas dendam
Perjanjian Versailles membebani Jerman dengan berbagai kewajiban yang tidak mungkin dilaksanakan. Pihak Sekutu seenaknya menentukan nasib Jerman setelah Perang Dunia I. Hal itu menyebabkan timbulnya rasa dendam di kalangan bangsa Jerman. Dendam dan keinginan untuk membalas kekalahan serta penghinaan bangsa Jerman itu, terutama ditujukan kepada Inggris dan Perancis. Oleh
karena itu, setelah memimpin Jerman, Adolf Hitler segera membangun kembali angkatan perangnya. Pada tahun 1935, Hitler mengadakan wajib militer. Tidak hanya itu, pada tanggal 16 Maret 1935, Adolf Hitler menyatakan bahwa Perjanjian Versailles tidak berlaku lagi.

6. Berkembangnya paham nasionalisme yang sempit
Untuk membangkitkan semangat nasionalisme yang tinggi dan mendorong bangsanya melakukan pembalasan serta membuktikan bahwa Jerman adalah bangsa nomor satu di dunia, Hitler mengembangkan paham nasionalisme yang sempit. Menurut Hitler, bangsa Jerman atau ras Aria adalah bangsa superior yang ditakdirkan Tuhan untuk memimpin bangsa lain. Paham nasionalisme itu akhirnya mendorong Jerman melancarkan politik ekspansi untuk menaklukkan negara-negara lain.

7. Terjadinya penyerbuan-penyerbuan
Dalam strategi militer, menyerang lebih dulu adalah cara jitu untuk memukul lawan. Taktik ini diterapkan negara-negara blok Jerman untuk memulai Perang Dunia II. Peristiwa penyerangan itu antara lain sebagai berikut:

􀂐 Jepang menyerbu Cina pada tahun 1937.
􀂐 Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Penyerbuan ini menyebabkan Inggris dan Perancis (pelindung kemerdekaan Polandia) menyatakan perang terhadap Jerman.
􀂐 Jepang menyerbu secara mendadak pangkalan armada AS di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Peristiwa ini memicu terjadinya Perang Pasifik.
􀂐 Adanya serangan-serangan dan pernyataan perang lainnya sehingga perang menjadi semakin luas sampai akhirnya disebut Perang Dunia II.

b. Sebab khusus Perang Dunia II

Salah satu isi Perjanjian Versailles menuntut agar Prusia Timur (daerah Jerman Timur) dipisahkan dari Jerman dengan Koridor Polandia sebagai pemisahnya. Di tengah-tengah koridor ini, terletak kota Danzig yang berada di bawah penguasaan Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Status kota Danzig adalah kota merdeka. Hitler menuntut kota Danzig dimasukkan ke wilayah Jerman karena penduduknya berkebangsaan Jerman. Namun, Polandia menolak. Polandia justru mengadakan perjanjian dengan Inggris, Perancis, Rumania, dan Yunani untuk saling menjamin kemerdekaan di antara mereka. Hitler menjawab perjanjian tersebut dengan mengadakan perjanjian dengan Rusia. Dalam perjanjian itu, Rusia menyatakan tidak akan menyerang Jerman. Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerbu Polandia. Oleh karena itu, pada tanggal 3 September 1939, Inggris dan Prancis mengumumkan perang terhadap Jerman. Bagi bangsa Asia, penyerbuan Jepang atas Cina, pada tahun 1937, merupakan sebab langsung Perang Dunia II. Sementara itu, Amerika Serikat berpendapat bahwa penyerbuan Jepang atas Pearl Harbour (7 Desember 1941) adalah penyebab Perang Dunia II.

B. Jalannya Perang Dunia II

Karena Jerman menyerbu Polandia (1 September 1939), maka pada tanggal 3 September 1939 Inggris dan Perancis segera menyatakan perang terhadap Jerman. Setelah Jepang melancarkan serangan mendadak ke pangkalan armada Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941, Jerman dan Italia yang menjadi sekutu Jepang segera menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sejak Amerika Serikat menyataan perang kepada Jepang pada tanggal 8 Agustus 1941, Amerika mulai terlibat perang. Amerika berada di pihak Sekutu. Pada permulaan perang, Jerman merasa bahwa Rusia tidak akan menyerang Jerman. Pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia telah menandatangani pakta nonagresi atau perjanjian untuk tidak saling menyerang. Karena perjanjian tersebut, Rusia mula-mula dianggap sebagai salah satu negara Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Setelah Rusia diserang oleh Jerman pada bulan Juni 1941, negara-negara Sekutu barulah membantu Rusia menghancurkan Jerman di Front Timur.

Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang (1939 -1945), maka jalannya Perang Dunia II dapat dibedakan dalam tiga tahap.
􀂐 Tahap permulaan (1939-1942)
Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan pertempuran pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan atau kalah.

􀂐 Tahap titik balik (1942)
Tahap titik balik ditandai dengan:

  •  Kalahnya Jepang dalam pertempuran di Laut Karang pada tanggal 4 Mei 1942.
  •  Jerman dipukul mundur dalam pertempuran di El Alamien oleh Jenderal Montgomery pada tanggal 12 Oktober 1942.
  •  Jerman mulai mendapat perlawanan dan kalah dalam pertempuran Stalingrad pada tanggal 19 November 1942, terhadap tentara Rusia yang dipimpin Jenderal Gregory Zhukov
􀂐 Tahap akhir (1943-1945)
Pada tahap ini, negara-negara Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang menentukan bagi kekalahan Blok Sentral.
Jika ditinjau dari berbagai medan pertempuran yang terjadi, maka jalannya Perang Dunia II dapat terlihat dari dinamika perang sebagai berikut.

a. Penyerbuan Jerman ke Polandia dan Finlandia

Hitler memulai Perang Dunia II dengan mengerahkan 1,7 juta pasukan yang didukung ratusan pesawat tempur dan persenjataan berat serba modern. Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Dalam tempo singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai. Rusia merasa tidak aman lagi. Oleh karena itu, pada tanggal 17 September 1939 Rusia pun menyerbu Polandia Timur. Polandia Timur dikuasai Rusia pada tanggal 27 September 1939. Inggris dan Perancis yang menjamin kemerdekaan Polandia tidak mungkin lagi menolong Polandia dari kekalahan yang begitu cepat. Setelah Polandia menyerah, Rusia kemudian mengarahkan perhatian ke Finlandia. Pada tanggal 30 November 1939, Rusia menyerbu Finlandia. Rusia berhasil memaksa negeri itu menerima suatu perdamaian yang disodorkan Rusia pada tanggal 12 Maret 1940. Dalam perjanjian itu, Finlandia terpaksa menyerahkan kota Karelian Isthmus, Viborg, Pangkalan AL Hangoe, dan sejumlah kepulauannya kepada Rusia.
Image:perang pcah.JPG

b. Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark

Pada tanggal 9 April 1940, Jerman melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia. Dalam waktu singkat, pasukan Jerman telah berhasil menduduki Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik.
Pasukan Norwegia yang dibantu Inggris dan Perancis sempat memberikan perlawanan yang sengit. Akan tetapi pada tanggal 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman. Pemerintahnya kemudian melarikan diri ke London untuk melanjutkan perlawanan dari pengasingan. Sementara itu, dalam waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark. Dengan mudah Jerman menaklukkan Denmark.

c. Jatuhnya Belanda, Belgia, dan Prancis

Tanpa pengumuman apa pun, pasukan Jerman melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) ke Belanda, Belgia, dan Luxemburg pada tanggal 10 Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold III memerintahkan Belgia menyerah kepada Jerman pada tanggal 26 Mei 1940. Sementara itu, pasukan Inggris yang dikirim membantu Belgia terkepung di pelabuhan Dunkirk. Akan tetapi, sejumlah 337.130 pasukan Inggris berhasil menyelamatkan diri dan menyeberang ke Inggris dengan hanya menggunakan kapalkapal atau perahu seadanya.

Pada awal Juni 1940, pasukan Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerbu Prancis melalui kota Sedan. Setelah terjadi pertempuran sengit di kota Verdum pada tanggal 15 Juni 1940, kemerdekaan Perancis tidak dapat dipertahankan lagi.
Image:tentara jerman.JPG

Dalam waktu singkat, lebih dari setengah wilayah Perancis diduduki pasukan Jerman. Oleh karena itu, Jenderal Petain pada tanggal 22 Juni 1940 menandatangani penyerahan Perancis kepada Jerman. Kemudian, Jenderal Petain membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada Jerman di Kota Vichy. Pasukan Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di bawah pimpinan Jenderal Charles de Gaulle, melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di London.

d. Pertempuran Jerman–Inggris

Jatuhnya Perancis menyebabkan perhatian Jerman di Front Barat dialihkan ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan angkatan udaranya, Jerman berusaha mematahkan perlawanan Inggris. Sejak pertengahan Agustus 1940, Jerman mengerahkan seribu pesawat tempur setiap harinya untuk membombardir kota-kota Inggris siang dan malam. Akibatnya, banyak pusat industri di Inggris yang hancur. Ribuan penduduk kota London terbunuh atau terluka. Inggris minta bantuan Amerika Serikat. Pada tanggal 2 September 1940, Amerika Serikat menandatangani kerja sama pertahanan dengan Inggris. Amerika Serikat bersedia mengirim 50 kapal destroyer, pesawat tempur, dan kapal selam ke Inggris. Imbalannya adalah Inggris menyewakan New Foundland, Bermuda, Bahama, Jamaica, Antigua, St. Lucia, dan Trinidad kepada Amerika Serikat selama 99 tahun. Daerah-daerah itu dijadikan sebagai pangkalan angkatan udara dan angkatan laut Amerika Serikat.

Dengan bantuan Amerika Serikat ini, pasukan Inggris kembali bangkit dan dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Bahkan, ketahanan Inggris dalam menangkis serangan-serangan Jerman sempat membuat frustrasi angkatan udara Hitler. Oleh sebab itu, kerja sama yang melibatkan poros Roma - Berlin - Tokyo dipererat dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara Jerman, Italia, dan Jepang pada tanggal 27 September 1940. Inggris semakin tergantung kepada Amerika Serikat dalam banyak hal, baik untuk memenuhi kebutuhan bahan mentah, makanan, senjata maupun industrinya. Inggris semakin mudah mendapatkan pinjaman dari Amerika, termasuk juga dari Rusia. Hal ini dimungkinkan setelah Amerika mengeluarkan Undang-Undang Pinjam Sewa (Lend and Lease Bill) pada tanggal 11 Maret 1941 dan Undang- Undang Cash and Carry. Dengan Undang-Undang Cash and Carry, pihak Sekutu diperbolehkan membeli kebutuhan perang dari Amerika dengan membayar kontan tetapi mengangkut sendiri. Selain itu, berdasar Undang-Undang Cash and Carry, Amerika berhak membekukan semua milik Jerman, Italia, dan Jepang di Amerika. Dengan mengalirnya uang, senjata, dan bahan makanan; bahkan kesepakatan untuk menstandardisasi persenjataan mereka, Inggris dapat bertahan dari serangan Jerman yang siang malam terusmenerus menggempurnya.

e. Perang Jerman–Rusia (Juni 1941–Desember 1944)

Tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia pada tanggal 22 Juni 1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman dapat memukul pasukan Rusia sehingga mundur jauh ke timur. Antara bulan Juni hingga November 1941, garis pertempuran di Front Timur ini membentang dari utara kota Riga di Latvia sampai selatan kota Sevastopol di Semenanjung Krim. Rusia yang mundur ke timur meminta bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow. Isi perjanjian itu adalah bahwa Inggris dan Amerika Serikat akan memberi bantuan kebutuhan- kebutuhan pokok kepada Rusia selama 9 bulan. Selain itu, Amerika akan memberikan kredit dalam rangka Lend and Lease Bill sebesar $ 1 Miliar.

Pada tahun 1942, pasukan Jerman dan sekutunya maju lebih jauh ke pedalaman Rusia. Dengan demikian, daerah yang dikuasai Jerman membentang dari utara kota Leningrad, Stalingrad sampai ke selatan di wilayah pegunungan Kaukasus. Kendati demikian, Rusia belum juga menyerah. Pada tanggal 26 Mei 1943, Rusia mengadakan pakta militer dengan Inggris untuk jangka waktu 20 tahun. Dengan bantuan Sekutu dan taktik bumi hangus, Rusia berhasil menahan laju pasukan Jerman. Dalam tahun 1943, Rusia mulai mengadakan serangan balasan secara besar-besaran. Serangan balasan pasukan Rusia sesungguhnya telah mulai dijalankan sejak akhir tahun 1942
di selatan kota Stalingrad. Akan tetapi, hasilnya belum berdampak besar. Baru pada awal tahun 1943, Rusia melancarkan serangan balasan di bagian selatan dan utara secara serempak. Dalam serangan itu, Rusia berhasil memukul mundur sebanyak 22 divisi pasukan Jerman di bagian selatan. Di kedua front ini, tentara Jerman yang tewas hingga bulan Maret 1943 mencapai 500.000 orang dan ratusan orang lainnya ditawan. Kemenangan di kedua front ini telah membangkitkan semangat juang pasukan Rusia. Mereka semakin bersemangat setelah Inggris dan Amerika mengirim bantuan 4.100 pesawat tempur dan 138.000 motor dari berbagai jenis. Demikianlah, gerak maju pasukan Rusia ke barat seperti tak mungkin dibendung lagi.

Dengan bantuan Amerika dan Inggris itu, Rusia segera melancarkan serangan lebih jauh lagi. Dengan dukungan sebanyak 275 divisi pasukan, Rusia terus maju memukul mundur pasukan Jerman. Pada akhir tahun 1943, pasukan Rusia berhasil maju sampai di sepanjang Sungai Dnieper dan dapat menguasai kembali kota Kiev. Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat dibendung lagi. Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24 Agustus 1944, Rumania menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia pada tanggal 20 Oktober 1944. Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan sampai memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah timur.

f. Perang di Afrika (1940 – 1943)

Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap Perancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Perancis Selatan. Italia juga menghantam pasukan Perancis dan Inggris di Afrika Utara dan Afrika Timur. Akan tetapi, pasukan Italia dapat dipukul oleh pasukan Perancis dan Inggris yang dipimpin Jenderal de Gaulle dan Jenderal Montgomery. Peristiwa itu terjadi di Bardia pada tanggal 5 Januari 1941. Melihat pasukan Italia yang tidak berdaya itu, Jenderal Erwin Rommel dari Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal Rommel dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk pada tanggal 20 April 1941. Bahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang terletak 70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika Utara sepenuhnya telah ia kuasai. Mulai bulan November 1942, Sekutu memutar haluan mengatur strategi baru karena mengalami kekalahan. Jenderal Montgomery memancing pasukan Jerman terus maju ke Kairo (Mesir). Sementara itu, Montgomery bermaksud memukul pasukan Jerman dari belakang lewat Tripoli. Pada tanggal 7–11 November 1942, pasukan Amerika mendarat di Maroko dan Aljazair. Inggris di bawah Montgomery kemudian menyerbu pertahanan Jerman di El Alamein. Serbuan mendadak dari arah belakang ini berhasil menghancurkan pasukan Jerman.
Image:jendral ewin.JPG

Kemenangan di El Alamein kembali membangkitkan semangat tempur pasukan Sekutu di Afrika. Pada tanggal 24 Januari 1943, Tripoli sudah dapat direbut kembali oleh pasukan pimpinan Montgomery. Gerakan bersama pasukan Amerika, Inggris, dan Perancis berhasil mengalahkan pasukan Jerman. Pada tanggal 8 dan 12 Mei 1943, Jerman menyerah di Tunisia dan Bezerte. Dengan kemenangan itu, selesailah Perang Dunia II di Afrika. Segera setelah itu, pasukan Sekutu tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyerbu Italia dari arah selatan.

g. Pasukan Sekutu menyerbu Italia

Di bawah komando Jenderal Dwight D. Eisenhower, pada tanggal 10 Juli 1943, pasukan gabungan Amerika, Inggris, dan Kanada mendarat di Sicilia. Pulau Sicilia diserbu oleh pasukan gabungan Inggris dan Kanada yang mendarat di pantai timur. Pesawat-pesawat Sekutu mengebom kota-kota penting di Italia. Pengeboman terus-menerus ini membuat Sicilia dalam tempo cepat jatuh ke tangan Sekutu pada akhir Juli 1943. Benito Mussolini pun dipaksa turun tahta. Ia digantikan Marsekal Petrus Bodoglio pada tanggal 23 Juli 1943. Mussolini yang dipenjarakan oleh pemerintah baru sempat dibebaskan oleh tentara Jerman yang datang membantu. Akan tetapi, Mussolini akhirnya tertembak ketika melarikan diri ke Swiss pada tanggal 28 April 1944.

Pemerintah baru Italia tidak mau begitu saja menyerah. Perlawanan terus diberikan terhadap Sekutu. Ketika Sekutu mencoba menyeberangi Selat Messina pada tanggal 18 Agustus 1943, terjadilah pertempuran sengit. Dalam pertempuran ini, pihak Sekutu kehilangan pasukan. Barulah pada tanggal 8 September 1943 Sekutu dapat mendarat di Italia. Pasukan Sekutu memaksa pemerintah baru Italia pimpinan Bodoglio menyerah tanpa syarat. Penyerahan itu terjadi setelah pertahanan Garis Gustav di Selatan Roma dan Garis Gothic di utara Roma jatuh ke tangan Sekutu. Sisa-sisa pasukan Jerman, Austria, dan Italia masih terus mengadakan perlawanan. Baru pada tanggal 12 Agustus 1944, semuanya dipukul habis di Florence.

h. Pembebasan Perancis dan Belgia

Kalahnya Jerman di Front Timur, jatuhnya Italia ke tangan Sekutu, macetnya gempuran terhadap Inggris di Front Barat, dan ikutnya Amerika dalam perang telah membuat Jerman terpukul hebat. Keadaan menjadi berbalik. Jerman menjadi pihak yang bertahan dan Sekutu menjadi pihak yang menyerang. Jatuhnya Front Selatan telah memberi kesempatan kepada Sekutu untuk melancarkan serangan
terbesar ke daratan Eropa. Serangan itu direncanakan pada D-Day yang jatuh pada tanggal 6 Juni 1944. Serangan dilaksanakan setelah dilakukan persiapan besar di Inggris dan pulau-pulau di Selat Kanal. Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan Inggris, Sekutu membentuk satuan ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary Forces di bawah komando Jenderal Eisenhower.
Image:normandia.JPG

Serangan ini didukung AD, AL, dan AU yang meliputi 10.000 pesawat tempur dan 4.000 kapal perang. Pasukan Sekutu diseberangkan dari Inggris ke Pantai Perancis melalui Semenanjung Normandia. Pendaratan besarbesaran yang dilakukan pada malam hari dan dilakukan sampai dengan bulan Agustus 1944 ini berhasil mendaratkan sebanyak 2.200.000 tentara, 450.000 kendaraan perang, dan 4.000.000 ton perbekalan.

Dengan kekuatan sebesar itu, pasukan Sekutu selangkah demi selangkah merebut kota-kota di Perancis dan Belgia. Dengan serangan itu, rakyat di kedua negara itu tergugah untuk segera bangkit melawan Jerman. Akhirnya, pada tanggal 24 Agustus 1944, kota Paris dapat dibebaskan. Kemudian, pada tanggal 2 September 1944, Brussel dibebaskan. Kemajuan pasukan Sekutu ini tidak membuat pasukan Jerman gentar. Komandan tertinggi pasukan Jerman di Front Barat, Jenderal Karl von Rundstedt, justru melancarkan serangan hebat pada bulan Desember 1944. Dalam pertempuran yang terjadi di Bulge, perbatasan Belgia dan Luxemburg pada tanggal 16 -25 Desember 1944, pasukan Sekutu terpukul dan terpaksa mundur sampai di lembah Sungai Meuse.

Dalam bulan Juli - Desember 1944, angkatan udara Jerman menghujani London dengan bom paling modern saat itu, V1 dan V2. Bom ini adalah sejenis roket yang dikendalikan dari jarak jauh. Namun, tekanan Sekutu dari segala arah terhadap Jerman telah membuat V1 dan V2 tidak berdaya.

i. Pertempuran di wilayah Jerman

Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun 1944, perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah pudar dan tinggal sisa-sisanya saja. Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di Jerman sendiri putus asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan politiknya kacau balau. Pasukan Jerman hancur di medan selatan, timur, dan barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur, pasukan Rusia telah merebut Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945. Kemudian, pada awal Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen. Pasukan Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr. Pada bulan April 1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal kota Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu terus menghujani kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri di darat. Hitler yang putus asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April 1945, melakukan bunuh diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana Doenitz. Meninggalnya Hitler serta menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak membuat Laksamana Doenitz segera menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945 kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di Eropa berakhir.

Image:wakil sekutu.JPGImage:pealr harbour.JPG

j. Pertempuran di Asia-Pasifik

Jepang berhasil memperoleh Vietnam (Indo- Cina) dari pemerintah Perancis. Vietnam dijadikan pangkalan armada utama Jepang untuk melancarkan serangan ke Asia Tenggara. Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Pearl Harbour adalah Pangkalan Armada Amerika Serikat di Pasifik. Serangan ini menyebabkan Amerika Serikat tidak lagi mempertahankan sikap netralnya dalam Perang Dunia II. Beberapa jam setelah kejadian itu, pada tanggal 8 Desember 1941, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Setelah melumpuhkan armada Amerika di Pasifik, dari pangkalan utamanya di Indo-Cina, Jepang segera melancarkan serangan ke Asia Tenggara. Pasukan Jepang dalam penyerangan itu dipimpin oleh Jenderal Yamashita. Serangan ini berhasil memporak- porandakan pertahanan Sekutu di Asia Tenggara. Dalam penyerbuan ke Malaya, pada tanggal 10 Desember 1941, Jepang berhasil menenggelamkan dua kapal induk Inggris HMS Princes of Wales dan HMS Repulse. Tenggelamnya dua kapal induk ini disusul dengan menyerahnya Jenderal Percival kepada Jenderal Yamashita pada tanggal 14 Februari 1942.

Pada tanggal 27 Februari 1942, terjadi pertempuran yang disebut The Battle of Java Sea (Pertempuran di Laut Jawa). Dalam serangan itu, Pulau Jawa jatuh ke tangan Jepang, kemudian disusul dengan menyerahnya Belanda. Penyerahan Belanda kepada Jepang itu terjadi di Kalijati pada tanggal 9 Maret 1942. Serbuan Jepang ke Burma (sekarang Myanmar) menyebabkan jatuhnya Burma ke tangan Jepang pada tanggal 2 Mei 1942. Demikian pula, Filipina berhasil dikuasai Jepang pada tanggal 6 Mei 1942. Jenderal Douglas MacArthur mundur ke Australia untuk menyusun strategi dan taktik baru. Dengan demikian, dalam tempo kurang dari 5 bulan, Jepang sudah menguasai seluruh Asia Tenggara.

Image:hirosima.JPG

Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia-Pasifik memasuki titik balik setelah terjadi pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942) dan di Guadalacanal (7 Agustus 1942 - 9 Februari 1943). Dalam pertempuran di Laut Kanal dan Guadalacanal, Jepang mengalami kekalahan besar. Laksamana Yamamoto gugur. Tentara Amerika dapat merebut kepulauan di sebelah timur Irian. Dengan cara loncat katak, Jenderal Mac Arthur bergerak dari utara Irian kembali menuju Filipina. Dari Filipina, yang direbut kembali pada tanggal 22 Oktober 1944, Sekutu merencanakan untuk menyerbu Jepang. Sementara itu, dari Hawaii, armada Amerika di bawah Laksamana Chester Nimitz juga berusaha menyerbu Jepang setelah mengalahkan armada Jepang. Pasukan korps komando Amerika berhasil mendekati kepulauan Jepang. Pada tanggal 17 Maret 1945, Iwojima direbut. Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan Amerika. Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang, tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dibom atom. Karena Jepang tidak juga menyerah, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat untuk memaksanya menyerah.

Akhirnya, melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyatakan kesediaan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Akan tetapi, secara resmi, upacara penyerahan Jepang baru diadakan pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal perang “Missouri” di Teluk Tokyo. Dengan demikian, Perang Pasifik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II dianggap berakhir dan Sekutu kembali keluar sebagai pemenangnya.
Image:sigemetsu.JPG

C. Perjanjian perdamaian setelah Perang Dunia II

Perjanjian-perjanjian penting yang diadakan untuk membereskan masalah-masalah yang timbul setelah Perang Dunia II, antara lain: Perjanjian Postdam, Konferensi Paris, dan Perjanjian San Fransisco.

a. Perjanjian Potsdam (17 Juli – 2 Agustus 1945)

Perjanjian ini dilaksanakan antara Sekutu dan Jerman. Tokoh-tokoh dari pihak Sekutu yang terlibat dalam perjanjian di Potsdam adalah Presiden Harry S. Truman (AS), PM Clement Attlee (Inggris), dan Yoseph Stalin (Uni Soviet). Isi Perjanjian Potsdam antara lain sebagai berikut.

􀂐 Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan. Uni Soviet menduduki bagian timur. Perancis menduduki bagian barat. Inggris menduduki bagian barat laut. Amerika Serikat menduduki bagian barat daya.
􀂐 Kota Berlin juga dibagi menjadi dua: Berlin Timur dikuasai Uni Soviet dan Berlin Barat dikuasai Amerika, Inggris, dan Perancis.
􀂐 Danzig (daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder) dan Niesse diberikan kepada Polandia.
􀂐 Jerman didemiliterisasi.
􀂐 Penjahat-penjahat perang harus dihukum.
􀂐 Partai Nazi Jerman dan segala unsur pendukungnya dihapuskan.

b. Konferensi Paris (29 Juli – 15 Oktober 1946)

Konferensi Paris dilaksanakan antara Sekutu dengan Italia, Rumania, Bulgaria, Hongaria, dan Austria. Hasil Konferensi Paris ini baru ditandatangani pada tanggal 10 Februari 1947. Secara garis besar, keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Paris antara lain sebagai berikut.
􀂐 Masing-masing negara yang kalah perang itu harus membayar ganti kerugian perang.
􀂐 Demiliterisasi diberlakukan terhadap negaranegara yang kalah perang.
􀂐 Penyerahan sisa-sisa perlengkapan perang kepada Sekutu.
􀂐 Adanya jaminan integrasi bagi negara-negara tersebut.
􀂐 Penetapan perbatasan-perbatasan baru bagi negara-negara tersebut.
􀂐 Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali.
􀂐 Jajahan-jajahan Italia di Afrika diambil alih Inggris.

c Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)

Perjanjian antara Sekutu dan Jepang ini melahirkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
􀂐 Jepang (untuk sementara) diperintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat.
􀂐 Daerah-daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan kepada yang berhak. Kepulauan Kuril dan Sakalin Selatan diserahkan kepada Rusia; Manchuaria dan Taiwan diserahkan kepada Cina; serta Kepulauan Jepang di Pasifik diserahkan kepada Amerika Serikat. Korea dibagi dua dengan batas Garis 380 Lintang Utara: bagian utara diduduki Uni Soviet dan bagian selatan diduduki Amerika Serikat.
􀂐 Penjahat-penjahat perang harus dihukum.
􀂐 Jepang harus membayar ganti kerugian perang. (Khusus untuk Indonesia besarnya $ 700 juta)

D. Akibat-akibat Perang Dunia II

Perang Dunia II yang berakhir dengan korban dan kerugian yang jauh lebih besar daripada Perang Dunia I. Perang Dunia II juga membawa dampak yang luas dalam berbagai bidang, baik bidang politik, bidang ekonomi, bidang bidang sosial, maupun bidang organisasi internasional.

a. Dalam bidang politik

Setelah Perang Dunia II, tampak terjadi perubahan dalam bidang politik dunia. Dampak Perang Dunia II dalam bidang politik antara lain sebagai berikut.
􀂐 Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak hanya keluar sebagai pemenang perang, tetapi muncul sebagai dua kekuatan besar di dunia (adikuasa).
􀂐 Terjadi persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia.
􀂐 Terjadi politik memecah belah oleh kedua negara adikuasa tersebut terhadap negara-negara lain, seperti Jerman, Korea, dan Indo-Cina.
􀂐 Timbul negara-negara baru karena bangkitnya nasionalisme bangsa-bangsa bekas jajahan di Asia dan Afrika.
􀂐 Terbentuknya Persekutuan politik baru. Adanya keseimbangan kekuatan mengakibatkan negara-negara besar berusaha kembali membentuk persekutuan-persekutuan baru yang didasarkan atas kepentingan keamanan bersama, seperti NATO (North Atlantic Treaty Organization), MEDO (Middle Eastern Defence Organization), SEATO (South East Asia Treaty Organization), dan Pakta Warsawa (sekarang sudah bubar).

b. Dalam bidang ekonomi

Perang Dunia II juga sangat berpengaruh terhadap keadaan ekonomi dunia. Dampak Perang Dunia II dalam bidang ekonomi antara lain sebagai berikut.
􀂐 Perekonomian dunia rusak, kecuali Amerika Serikat. Dengan demikian, Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditur utama bagi negaranegara di seluruh dunia. Oleh karena itu, dibuatlah beberapa program untuk menyalurkan bantuan berupa kredit, seperti: Marshall Plan, Truman Doctrine, Point Four Truman, dan Colombo Plan. Marshall Plan dibentuk untuk memberikan bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali Eropa. Truman Doctrine bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Yunani dan Turki. Point Four Truman bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang masih terbelakang. Colombo Plan merupakan program kerja sama pembangunan ekonomi dan kebudayaan di Asia Pasifik yang dibentuk di Inggris.
􀂐 Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.

c. Dalam bidang sosial

Perang Dunia II juga berpengaruh besar dalam bidang sosial. Dampak Perang Dunia II dalam bidang sosial antara lain sebagai berikut.

 Kedudukan golongan cerdik pandai (para ilmuwan) semakin kuat. Muncul badan-badan sosial untuk menolong umat manusia yang menjadi korban perang, misalnya UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administrations) yang bernaung di bawah PBB.

d. Dalam bidang organisasi internasional

Karena manusia semakin menyadari kekejaman akibat perang, maka semakin menginginkan perdamaian. Untuk itu didirikan PBB (United Nations Organization) pada tahun 1945. Selain itu lahir pula gerakan non blok pada tahun 1961.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar