Rabu, 04 Mei 2011

SEJARAH GERAKAN TERRITORIAL NII KW 9

diambil dari : Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI)

SEJARAH GERAKAN TERRITORIAL NII KW 9
  • Diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo
  • Diproklamasikannya NII untuk meneruskan proklamasi 17 Agustus 1945
  • Dikenal juga sebagai Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
  • Doktrin utamanya Iman-Hijrah-Jihad
  • Pasca Kartosuwiryo, diangkat Abu Daud Beureuh sebagai Imam NII pada tahun1974
  • Tahun 1975 Abu Daud ditangkap dan digantikan oleh Adah Djaelani
  • Dibentuk Komandemen Wilayah VIII Lampung dan Komandemen Wilayah IX Jakarta Raya yang meliputi Bekasi, Jakarta, Tangerang dan Banten
  • Dipimpin oleh Abu Karim Hasan
  • Menciptakan doktrin baru, Mabadi Tsalatsah
  • Abu Karim Hasan wafat tahun 1992, kedudukannya digantikan oleh Abu Toto alias Abu Ma’ariq alias Abu Ma’arif alias Syamsul Alam
  • Tahun 1996, Abu Toto menjadi Imam NII dan mulai merubah sistem keuangan serta doktrin dasar NII dan juga Mabadi Tsalasah
  • Dimulainya pengerukan dana besar-besaran dan pelencengan aqidah 
 Struktur Organisasi NII KW 9 (Negara Dalam Negara)
  •   NII KW9 memiliki struktur negara bayangan layaknya RI, dari Presiden hingga Lurah 
  • Ibukota Negara bertempat di Ma’had Al Zaytun, Indramayu 
  • Struktur organisasi terbagi dua: 
  1. Struktur Fungsional yang muncul ke permukaan
  2. Struktur Teritorial yang bergerak dibawah tanah 
  • Setiap struktur menggunakan kode yang menunjukkan selnya masing-masing, misal 932204 berarti wilayah 9 (Jakarta) daerah 3 (Jaksel) kabupaten 2 (Cilandak) Kecamatan 2 (Cilandak Barat) dan Desa 04, dibaca; jamaah dari desa 4 Cilandak Barat
Modus Perekrutan 
  • Mengajak dengan alasan menemui teman yang baru kembali dari Timur Tengah atau teman yang mendapat pencerahan lewat seminar tentang bangkitnya Islam
  • Mengajak dengan alasan mencarikan kerja 
  • Mengajak ke rumah teman atau semacamnya 
  • Setiap jamaah memiliki target 10 orang untuk dihadirkan setiap bulan, umumnya teman kuliah, SMU, SMP dan SD 
  • Bagi perekrut tanpa target, umumnya “hunting” di kampus-kampus, mal dan toko buku 
  • Semua modus berakhir di Malja (kantor/markas) dan proses doktrinasi akan dilakukan di dalam kamar tertutup
  • Pemberi materi seorang laki-laki, umumnya seorang Mas’ul (pimpinan) 
Program Perekrutan 
  • Tilawah adalah usaha da’wah untuk memahamkan RMU, caranya dengan mengajak anggota baru
  • Taftis atau pengecekan untuk persiapan anggota baru untuk hijrah
  • Musyahadatul Hijrah adalah proses perpindahan kewarganegaraan dan berbai’at, setelah tahap ini anggota baru memiliki nama tsani atau nama kedua
  • Tazkiyah atau pembinaan setelah menjadi warga negara NII/ jamaah 
Program 6 NII KW9
  • Hujumat Tabsyiriah (perekrutan)
  1. Tilawah
  2. Musyahadatul hijrah
  3. Tazkiyah
  • Iqtisodiyah (ekonomi)
  1. Penguasaan titik-titik strategis
  • Tarbiyah (pendidikan)
  1. Pendidikan Formal (Mahad Al Zaytun)
  2. Pendidikan Non Formal
  • Shihah (kesehatan)
  1. Pembangunan rumah sehat
  2. Pembagunan mental 
  • Ad Difa (pertahanan) 
  • Maliyah (keuangan) 
  1. 9 pos keuangan negara 
Karakteristik Perekrut  
  • Untuk merekrut menggunakan dua orang jamaah, satu orang pemancing dan lainnya pengajak
  • Pemancing bertugas mengawasi dan mengawal serta memotivasi calon jamaah 
  • Pemancing berpura-pura sebagai calon jamaah, 
  • Pemancing dan pengajak mengawal calon jamaah hingga tahap hijrah, termasuk menginap dirumah calon jamaah dan pencarian dana untuk shadaqah hijrah 
  • Umumnya perekrut melakukan screening lewat dialog tentang gerakan sesat untuk mengukur pengetahuan calon jamaah tentang NII 
  • Yang dihindari oleh perekrut adalah anak polisi dan anak TNI
Karakteristik Malja
  • Rumah kontrakan bulanan maupun tahunan
  • Tempatnya tertutup dan umumnya lesehan 
  • Masuk dan keluar anggota diatur 
  • Mengaku diisi oleh mahasiswa dan digunakan untuk tempat membuat skripsi, kursus, event organizer, percetakan atau pos MLM 
  • Tidak pernah bersosialisasi 
  • Dari depan selalu terlihat sepi 
  • Mobilitasnya 24 jam 
Program Pendanaan 
  • Setiap jamaah diwajibkan memenuhi 9 pos keuangan setiap bulannya sesuai dengan target masing-masing
  • Setoran dana dilakukan setiap hari 
  • Dana disetorkan berjenjang ke setiap tingkatan dalam struktur organisasi 
  • Dana akan terpusat ke rekening pribadi Abu Toto alias Abu Ma’arij atau AS Panji Gumilang (Bank CIC/Century)
  • Alokasi dana digunakan untuk pembangunan Ma’had Al Zaytun di Indramayu
9 Pos Keuangan
  • Nafaqoh Daulah:
  1. Infaq 
  2. Tazkiyatun nafs 
  • Harakah Qirodh 
  • Harakah Idikhor 
  • Harakah Ramadhan 
  • Harakah Qurban 
  • Aqiqah
  • Shadaqah Khos 
  • Shadaqah Minal Shadaqah: 
  1. Shadaqah Istidzan 
  2. Shadaqah Munakahat 
  3. Shadaqah Tahkim 
  4. Shadaqah Tartib 
  5. Shadaqah Hijrah 
  • Tabungan Pendidikan Anak 
Menuju Futuh
  • Program Jangka Panjang Lima Tahun I, tahun 1415-1419/ 1995-1999. Tahapan memahamkan umat akan jati dirinya.
  • Program Jangka Panjang Lima Tahun II, tahun 1420-1424/ 2000-2004. Tahapan pelaksanaan hukum Islam secara internal 
  • Program Jangka Panjang Lima Tahun III, tahun 1425-1429/ 2005-2009. Tahapan pelaksanaan hukum Islam secara eksternal
Penyelewengan Aqidah
  • Menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kepentingan Organisasi
  • Membagi shalat menjadi dua, shalat ritual dan shalat universal 
  • Merubah zakat jadi harakah Ramadhan & harakah Qurban 
  • Melaksanakan Haji ke Ibukota Negara 
  • Mengkafirkan orang diluar kelompoknya 
  • Menyamakan posisi Negara dengan Allah, dan para pimpinannya sebagai rasul 
  • Menghalalkan segala cara untuk memenuhi target
TEMUAN DEPAG & MUI TENTANG NII KW 9
  • Mahad Al-Zaytun adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh para tokohnya berdasarkan pemikiran ulang terhadap eksistensi sebuah gerakan keagamaan yang mereka lakukan, yaitu NII KW-9.
  • Di Mahad Al-Zaytun berlaku prinsip manajemen Mabadiuts Tsalasah, yang pada awalnya konsep ini merupakan doktrin gerakan di NII. Dengan kata lain, dari segi doktrin yang digunakan, terdapat hubungan yang erat antara Ma’had Al-Zaytun dan NII. Hubungan antara keduanya juga dapat dilihat dari penggunaan konsep “basthotan fil ilmi wal jismi” di Ma’had Al-Zaytun dalam membina anak didik Ma’had Al-Zaytun yang dalam sejarah NII, tepatnya DI/TII, sebetulnya sempat dipakai oleh Institut Suffah-nya Kartosuwirjo, Imam Pertama DI/TII. Sementara hubungan antara Ma’had Al-Zaytun dan NII dewasa ini terlihat dari dipakainya jaringan NII untuk menopang lembaga pendidikan Ma’had Al-Zaytun baik dalam rangka perekrutan sebagian pengurus, santri, pegawai, dan dana.
  • Ditemukan indikasi kuat adanya hubungan (relasi) antara Ma’had Al Zaytun dengan organisasi NII KW IX. Hubungan tersebut bersifat histories, financial dan kepemimpinan. 
    1. Hubungan Histories: Bahwa kelahiran Ma’had Al Zaytun memiliki hubungan histories dengan organisasi NII KW IX.
    2. Hubungan Financial: Bahwa ada ubungan financial dalam arti adanya aliran dana dari anggota dan aparat territorial NII KW IX yang menjadi sumber dana yang signifikan bagi kelahiran dan perkembangan Ma’had Al Zaytun. 
    3. Hubungan Kepemimpinan: Bahwa kepemimpinan di lembaga pendidikan Al Zaytun terkait dengan kepemim -pinan di organisasi NII KW IX, terutama pada figure AS Panji Gumilang dan sebagian eksponen (pengurus yayasan). 
  • Terdapat Penyimpangan faham dan ajaran Islam yang dipraktekkan organisasi NII KW IX. Penyimpangan-penyim pangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatas-namakan ajaran Islam yang diselewengkan, Penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang menyimpang dan mengkafirkan kelompok di luar organisasi mereka.
  • nMa’had Al-Zaytun menggunakan dana dari jaringan NII, baik dana awal maupun sumber pendanaan setelah Ma’had Al-Zaytun berdiri. Mereka menggunakan jaringan struktur teritorial NII KW-9 dalam pengumpulan dananya. (Temuan Balitbang Depag, Februari 2004)  
  • Ditemukan adanya indikasi penyimpangan faham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan qurban yang diterapkan oleh pimpinan Ma’had Al-Zaytun, sebagaimana dimuat dalam Majalah Al-Zaytun. 
  • Persoalan Al-Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah eksponen/pengurus yayasan) yang terkait dengan organisasi NII KW IX. 
  • Adanya indikasi keterkaitan dengan koordinator-koordi nator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri Ma’had Al-Zaytun dengan organisasi NII KW IX. (Temuan TIM MUI Pusat - Jakarta, 5 Oktober 2002)
Data Terakhir
  • Jumlah jamaah 170.000 orang dan 120.000 terkonsentrasi di Jakarta
  • Mayoritas anggota NII KW9 adalah mahasiswa 
  • Setoran setiap bulan untuk infaq Rp 14.000.000.000,00, ini diluar 8 pos keuangan lain 
  • Setiap 2 hari masuk anggota baru sebanyak 60 orang, 40 orang laki-laki dan 20 orang perempuan

2 komentar: